Mediacenterbogorraya.com-

 

Jakarta-Ulama dan pemikir Islam dari berbagai organisasi Islam menggelar acara Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Umat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019) malam.

Acara tersebut dihadiri oleh sedikitnya 1000 ulama.Dalam Multaqo ini, para Ulama tersebut melakukan diskusi panel atau ceramah dengan tema yang berbeda-beda. Selain itu acara juga dimeriahkan dengan penampilan dari Sam ‘Bimbo’, Haddad Alwi dan berbagai seni tari dari Timur tengah.

Multaqo ini diinisiasi dan dihadiri oleh ulama sepuh KH Maimun Zubair dan Habib Lutfi bin Yahya. Hadir juga sejumlah tokoh ulama diantaranya Said Aqil Siraj, Nasaruddin Umar, Maskuri Abdulillah, Masdar F Mas’udi, Habib Salim Jindan, TGB Turmudi Badarudin, dan Anwar Iskandar.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan bahwa multaqo atau pertemuan ulama kali ini bukan pertemuan politik. Ia menyebut tujuan Multaqo ini untuk menyambut bulan Ramadan.“Sekali lagi bukan pertemuan politik. Pertemuan para ulama dalam rangka menyongsong bulan puasa agar bangsa Indonesia tenang, aman, ukhuwah persaudaraan,” kata Said Aqil di Hotel Kartika Chandra Jakarta, sabtu (4/5/2019) dini hari.

Insert-Foto.KH.Abdul Salam Wahab.pimpinan Ponpes Al Muhajirin Teluk Gong Jakut.

 

Dilokasi serupa,KH.Abdul Salam Wahab Selaku Pimpinan PonPes Al Muhajiri Teluk Gong,Jakarta utara menyampaikan komentarnya,atas friksi-Friksi yang terjadi di indoneisia.

“Kaum Nasionalis dan islam saling berebut pengaruh dari dulu,dan itu akan berlanjut terus menerus,sehingga kenapa friksi itu selalu masih ada hingga saat ini,ujarnya.

Masih kata Dia,Saat ini dikalangan Ummat islam sendiri mengenai friksi itu masih ada,apalagi tadi,apa yang disampaikan oleh KH. mbah maimun Zubair mengenai Islam Nusantara,”kita islam yang ada di indonesia secara adat budaya berbeda dengan yang ada islam di Arab,Nah,,Maka Dari itu orang arab sendiri belum tentu bisa melihat adat budaya apa yang ada pada islam di indonesia,Secara adat istiadatnya.”contoh, seperti wanita diarab tidak boleh menjadi Supir,namun di indonesia hal itu diperbolehkan,Jelasnya.

Insert- Foto Dr.H.Dindin Salahudin,MA

 

Hal senda juga di sampaikan oleh  Dr.H.Dindin Salehudin,MA Yang juga Sebagai Peserta Multaqo 2019,dari Unsur Cendikiawan Muslim mengatakan.

“Saya rasa intinya kita semua disini harus saling menghargai satu sama lainnya,seperti apa yang tadi disampaikan KH.Said Agil siradj,dan juga Imam besar Istiqlal.”Sebagai ulama dan cendikiawan kita harus percaya diri,serta berusaha untuk memperbaiki diri sambil mengapresiasi dan menghormati ulama lain.

“Jadi intinya kita berkumpul disini jangan pernah ada merasa kita ini paling ulama,baik yang ada di Pendukung 01 dan Juga Pendukung 02,atas sesuatu klaim kebenaran Diri,pungkasnya.

 

Reporter

4Liv

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.