Jakarta, Kabaripost.com – Film horor terbaru garapan Hanung Bramantyo, Lobang Buaya, mengungkap teror pembunuhan berantai melalui Press Conference Official Trailer & Final Poster produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut menggelar konferensdi Senayan City, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Mengambil latar Indonesia pada 1964, Lobang Buaya memadukan horor, misteri, dan kritik sosial. Hanung Bramantyo menjadikan film ini sebagai ruang untuk mengangkat rasa takut kolektif masyarakat terhadap peristiwa kelam sejarah Indonesia yang hingga kini masih menyisakan pertanyaan dan luka.

Hanung mengatakan, pendekatan horor dalam Lobang Buaya tidak sekadar bertujuan menghadirkan ketegangan. Ia ingin menggambarkan rasa takut yang muncul ketika masyarakat berhadapan dengan kekuasaan, ketidakadilan, korupsi, dan penindasan.

“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ’65? Jawabannya adalah horor,” ujar Hanung Bramantyo.

Menurut Hanung, horor dalam film tersebut juga menjadi gambaran tentang kondisi sosial yang masih relevan hingga saat ini. Ia berharap penonton tidak hanya menikmati teror, tetapi juga melihat persoalan manusia yang berada di balik cerita.

“Horor yang kita rasakan bukan hanya dari persoalan di dalam cerita, tetapi juga dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” kata Hanung.

Sementara itu, Baskara Mahendra yang memerankan Letnan Soegeng mengajak penonton mengikuti penyelidikan tokoh utamanya dalam mengungkap dalang pembunuhan berantai di Desa Lobang Buaya. Soegeng harus menyusun berbagai petunjuk ketika satu per satu tokoh desa ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini. Dari setiap petunjuk yang ditemukan dan setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang tidak cuma menegangkan dan seru, tetapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara.

Dalam trailer, misteri bermula ketika para tokoh desa menjadi korban pembunuhan setiap tanggal 30. Para korban ditemukan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk” pada tubuh mereka. Kemunculan rumor Hantu Bolong pun membuat suasana desa semakin mencekam.

Teror tersebut turut masuk ke kehidupan pribadi Soegeng setelah istrinya, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset, mulai mengalami gangguan dari arwah perempuan. Sosok tersebut menuntut bagian tubuhnya dikembalikan dan menyebut Arum sebagai Ronggeng.

Rangkaian kejadian itu perlahan mengarah pada sebuah ritual gelap yang mengancam kehidupan warga Desa Lobang Buaya sekaligus berpotensi mengubah arah sejarah. Film Lobang Buaya dibintangi Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus.

Film Lobang Buaya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. (red)

By admin